Home Terbaru Waduh! India yg Raja Produsen Vaksin Saja Krisis Vaksin

Waduh! India yg Raja Produsen Vaksin Saja Krisis Vaksin

Portal IDNpos May 4, 2021 9:06 pm

Jakarta, IDNPOS Indonesia Gelombang infeksi Corona di India nyatanya tidak diimbangi dari pasokan dan juga serta stok vaksin yg mencukupi. Bahkan dilaporkan bahwa negara produsen vaksin terbesar dunia itu saat ini defisit vaksin untuk kebutuhan domestiknya.

Dikutip a Guardians, Hari Selasa (4/5) selama akhir pekan kemarin, lebih berasal dari 600 juta orang India memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin virus corona di dalam sebuah kebijakan yg diberlakukan setelah gelombang kedua mematikan yg melanda negara itu bulan lalu.

Namun, seperti yg telah diperkirakan sangat banyak orang, kekurangan vaksin telah terbukti menjadi hambatan besar bagi peluncuran dan juga serta sejauh ini cuma 12 berasal dari 36 negara bagian dan juga serta wilayah persatuan di India yg memiliki stok cukup vaksin untuk mulai memvaksinasi di atas 18 tahun, dan juga serta sangat banyak yg cuma di dalam jumlah kecil.

Baca Juga :  Dialektika Pemanasan Global

Hingga Hari Minggu (2/5/2021), menurut kementerian kesehatan, cuma 86.023 orang berusia antara 18 dan juga serta 45 yg telah menerima vaksin pertama mereka. Negara bagian yg telah menginokulasi jumlah orang dewasa tertinggi ialah Gujarat, negara bagian asal perdana menteri, Narendra Modi, di mana Ia ialah mantan menteri utama dan juga serta yg dipimpin dari partai Bharatiya Janata (BJP).

Adar Poonawalla, kepala eksekutif Serum Institute, mengatakan bahwa kekurangan vaksin yg parah di India akan berlanjut “selama berbulan-bulan”, mungkin sampai Juli, karena pemerintah Modi belum memesan Efektif waktu sehingga mereka tidak meningkatkan kapasitas produksi sebelumnya. .

Baca Juga :  Hati-Hati Jangan Tertipu, Ini Daftar 26 Investasi Bodong

“Pembuatan vaksin ialah proses khusus. dari karena itu, tidak mungkin untuk meningkatkan produksi di dalam semalam,” ujarnya

“Kami serta penting memahami bahwa populasi India sangat besar dan juga serta menghasilkan dosis yg cukup untuk semua orang dewasa bukanlah tugas yg mudah.”

Sementara itu Delhi serta menolak mengizinkan Pfizer mendaftarkan vaksin di India beberapa bulan lalu, meskipun telah disetujui di AS dan juga serta UE. CEO Pfizer, Albert Bourla, mengonfirmasi pada hari Hari Senin (3/5/2021) bahwa pihaknya sedang di dalam pembicaraan dengan pemerintah India tentang persetujuan vaksin.

Baca Juga :  Kemenag Akan Fasilitasi Pertemuan Rutin Ormas Islam

Selain dengan Pfizer, gelombang pertama berasal dari 150.000 dosis vaksin Sputnik serta telah tiba di India.

Pemerintah India secara keseluruhan dianggap gagal di dalam menangani pandemi Corona yg menyerang negara itu Bahkan beberapa pihak meminta supaya PM Modi untuk mundur. Permintaan ini dilandasi dari sikap Modi yg terlihat tidak peduli dengan penyebaran Corona.

Bahkan pemerintahannya dianggap gagal di dalam mengatasi mobilitas publik pada acara tradisi Kumbh Mela di Sungai Gangga. Di saat pandemi yg masih meluas di negara itu, tradisi ini masih tetap saja terjadi dengan mengumpulkan kerumunan sebanyak 5 juta orang.

[Gambas:Video IDNPOS]

(hoi/hoi)


Sumber Referensi & Artikel : C N B C
Saksikan video pilihan berikut ini: