Home Terbaru Ternyata Ini Skenario Usai Larangan Mudik 17 Mei, Cek!

Ternyata Ini Skenario Usai Larangan Mudik 17 Mei, Cek!

Portal IDNpos May 4, 2021 9:05 pm

Jakarta, IDNPOS Indonesia Sebentar lagi masuk di dalam masa larangan mudik dimana mobilitas masyarakat untuk keluar provinsi akan dilarang. Tentu terdapat ketentuan – ketentuan yg ditetapkan dari pemerintah supaya dapat melakukan perjalanan. Setelah periode larangan mudik, ternyata masih terdapat kebijakan pengetatan perjalanan supaya mengurangi mobilitas warga.

Satgas CVD – 19 dengan KPC PEN, Kominfo, dan juga serta Kemenhub merilis soal fakta-fakta terkait larangan mudik, melalui tanya jawab #TidakMudik2021. di dalam sosialisasi itu menjelaskan aturan pada masa pelarangan mudik (6-17 Mei 2021).

Larangan mudik dilakukan untuk semua transportasi, kecuali untuk kepentingan tertentu yg masih boleh berjalan, sesuai yg diatur. Yaitu ; ASN, pegawai BUMN, Pegawai BUMD, Polri, TNI, Pegawai Swasta yg melakukan perjalanan dinas yg mesti dilengkapi surat tugas dan juga serta tandatangan basah berasal dari pimpinan instansi atau perusahaan masing-masing.

Baca Juga :  Erick Murka atas Peristiwa di Kualanamu: Silakan Keluar!

serta kunjungan, keluarga sakit, kunjungan duka, ibu hamil dengan satu pendamping, kepentingan melahirkan maksimal dua pendamping, dan juga serta pelayanan kesehatan untuk darurat. Namun mesti terdapat keterangan berasal dari lurah atau kepala desa setempat.

Lalu pekerja migran Indonesia dan juga serta mahasiswa atau pelajar di luar negeri, atau pemulangan orang dengan alasan khusus sampai ke daerah asal.

Serta orang kepentingan tertentu non mudik yg dilengkapi surat keterangan berasal dari Kepala Desa/Lurah Setempat. seperti pekerja informal tidak memiliki atasan, mesti pulang kampung halaman karena tidak terdapat lagi pekerjaan sehingga mesti kembali ke kampung halamannya, maka Ia masih dapat pulang dengan meminta surat berasal dari kepala desa atau lurah setempat.

di dalam periode pelarangan mudik, akan dilakukan penyekatan-penyekatan di jalan tol, arteri, jalan provinsi, jalan kabupaten/kota, dan juga serta telah disiapkan titik penyekatan sebanyak 338 titik di seluruh Lampung, Jawa dan juga serta Bali.

Baca Juga :  THR PNS Hingga Pegawai Swasta Cair, PDB RI Bisa Tambah 1%

Periode Setelah Pelarangan Mudik (18 – 24 Mei 2021)

Perjalanan di dalam negeri diperketat syarat perjalananya, dengan hasil tes CVD bagus itu PCR Test, Antigen yg berlaku cuma 1×24 jam berasal dari jam keberangkatan, serta surat keterangan hasil tes negatif GeNose C19 di Bandara/Pelabuhan/Stasiun sebelum keberangkatan.

Aturan ini berlaku untuk transportasi laut, udara, dan juga serta kereta api. Sedangkan transportasi darat termasuk kendaraan pribadi, penumpang diimbau melakukan tes dan juga serta dimungkinkan dilakukan tes acak di rest area atau titik penyekatan.

Sanksi Untuk Masyarakat yg nekat mudik

Sanksi sesuai dengan PM Perhubungan No 13, pelanggaran terhadap larangan mudik akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundangan yg berlaku. Untuk transportasi darat, paling ringan ialah diputarbalikan ke tempat semula. Jika terdapat pelanggaran terhadap UU Lalu Lintas Jalan Raya akan dikenai sanksi sesuai hal yg dilanggar.

Baca Juga :  Diduga Pakai Narkoba, Vokalis Deadsquad Ditangkap Polisi

Pemerintah serta masih memperbolehkan perjalanan aglomerasi. bagaimanapun tidak direkomendasikan untuk melakukan silaturahmi saat masa lebaran nanti. Ini Berikut delapan wilayah aglomerasi yg menjadi zona ‘mudik lokal’

1. Medan Raya: Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo

2. Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

3. Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

4. Semarang Raya: Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, Purwodadi

5. Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul

6. Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen

7. Surabaya Raya: Surabaya, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo

8. Makassar Raya: Makassar, Takalar, Maros, Sungguminasa

[Gambas:Video IDNPOS]

(hoi/hoi)


Sumber Referensi & Artikel : C N B C
Saksikan video pilihan berikut ini: