Home Terbaru Terlibat Kasus Suap, DJP Periksa Ulang Pajak bank Panin

Terlibat Kasus Suap, DJP Periksa Ulang Pajak bank Panin

Portal IDNpos May 4, 2021 9:05 pm

Jakarta, IDNPOS Indonesia – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melakukan pemeriksaan ulang atas kewajiban pajak PT bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) Tahun Buku 2016. Hal ini terkait keterlibatan bank Oanin terhadap kasus dugaan suap pajak di di dalam tubuh DJP.

Terkait hal ini, Direktur Utama PNBN Herwidayatmo mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yg berjalan. Pihaknya pun berjanji akan bekerja sama dan juga serta terbuka kepada KPK maupun DJP pada pemeriksaan ulang pajak perusahaan tahun buku 2016 tersebut.

“Kami menghormati proses hukum yg sedang berjalan. Manajemen Panin bank berusaha sebaik mungkin untuk bekerjasama dan juga serta terbuka kepada KPK, dan juga serta serta kepada pihak Ditjen Pajak, yg sedang melakukan Pemeriksaan ulang atas kewajiban Pajak Tahun Buku 2016,” kata Herwidayatmo, Hari Selasa (04/05/2021).

Sebelumnya KPK telah menetapkan petinggi berasal dari Grup Panin sebagaimana tersangka terkait dengan dugaan suap di Dirjen Pajak Kementerian Keuangan (DJP). Penetapan tersangka ini dilakukan bersamaan dengan tersangka lainnya dengan dengan total 6 orang sekaligus.

Baca Juga :  BERITA VIRAL /KASIH4N, SEMUA KARENA SBY? AHY MEN4NGIS , DEMOKR4T MERANA - berita

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan terdapat enam tersangka yg ditetapkan, yaitu APA (Angin Prayitno Aji) Direktur Pemeriksaan dan juga serta Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019, dan juga serta DR (Dadan Ramdani) Kepala Subdirektorat Kerjasama dan juga serta Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak.

“Setelah dilakukan pengumpulan info dan juga serta data serta ditemukan bukti permulaan yg cukup, KPK melakukan penyelidikan dan juga serta meningkatkan status perkara ini ke Penyidikan pada bulan Februari 2021, dengan menetapkan Tersangka” ungkap Pimpinan KPK Firli Bahuri.

Terkait dengan grup Panin, Firli menjelaskan kronologi kasus ini bermula saat tersangka APA dengan kewenangan yg melekat selaku Direktur Pemeriksaan dan juga serta Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019 bersama-sama dengan DR selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan juga serta Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak. Ia diduga menyetujui, memerintahkan, dan juga serta mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yg disesuaikan dengan keinginan berasal dari wajib pajak atau pihak yg mewakili wajib pajak. APA dan juga serta DR melakukan pemeriksaan perpajakan serta tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yg berlaku.

Baca Juga :  Jawab Rumor Ronaldo yang Pulang ke Real dan Pirlo yang Dipecat

“APA dengan DR diduga melakukan pemeriksaan pajak terhadap 3 wajib pajak, yaitu PT GMP untuk tahun pajak 2016, PT BPI Tbk untuk tahun pajak 2016, dan juga serta PT. JB untuk tahun pajak 2016 dan juga serta 2017,” ungkap Firli.

Ada enam tersangka yg ditetapkan, yaitu APA(Angin Prayitno Aji) Direktur Pemeriksaan dan juga serta Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019, dan juga serta DR (Dadan Ramdani) Kepala Subdirektorat Kerjasama dan juga serta Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak.

Kemudian adapula RAR (Ryan Ahmad Ronas) Konsultan Pajak, AIM (Aulia Imran Maghribi) Konsultan Pajak, VL (Veronika Lindawati) Kuasa Wajib Pajak, AS (Agus Susetyo) Konsultan Pajak. Berdasarkan penelusuran IDNPOS Indonesia, salah satu tersangka berinisial VL yg ialah Veronika Lindawati, merupakan petinggi di grup Panin.

Berdasarkan penelusuran, PT GMP yg dimaksud ialah Gunung Madu Plantations, PT BPI Tbk ialah PT bank PAN Indonesia TBK (bank Panin) dan juga serta PT JB ialah Jhonlin Baratama. di dalam kasus ini, tersangka Veronika Lindawati sebagaimana perwakilan bank Panin pada pertengahan tahun 2018 diduga menyerahkan uang sebesar SGD 500 ribu berasal dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar. Uang tersebut diserahkan kepada Angin Prayitno dan juga serta Dadan Ramdani.

Baca Juga :  Bawa Senjata! Viral Video Pasukan KKB OPM Sedang Latihan | tvOne Minute - Viral

Sementara terkait Gunung Madu Plantation, Angin Prayitno dan juga serta Dadan Ramdani diduga menerima sejumlah uang Rp 15 miliar berasal dari tersangka RAR dan juga serta AIM pada Januari-Februari 2018. Adapun terkait Jhonlin Baratama, Angin dan juga serta Dadan diduga menerima SGD 3 juta berasal dari tersangka AS pada kurun waktu bulan Juli-September 2019.

Saat ini Veronika masih menjabat sebagaimana Komisaris PT Panin Financial, Tbk. Ia serta diketahui memiliki jabatan di grup usaha Panin lainnya, yaitu Komisaris PT Paninkorp (2010-sekarang) dan juga serta Komisaris PT Panin Investment (2010-sekarang). Selain itu Veronika serta menjabat sebagaimana Komisaris Independen PT Clipan Finance Indonesia Tbk (2007 sampai sekarang).

[Gambas:Video IDNPOS]

(rah/rah)


Sumber Referensi & Artikel : C N B C
Saksikan video pilihan berikut ini: