Home Terbaru Skrining GeNose Bakal Dipakai di Pesawat Udara

Skrining GeNose Bakal Dipakai di Pesawat Udara

Portal IDNpos February 23, 2021 6:05 pm

Jakarta, IDNPOS Indonesia Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut penggunaan alat skrining GeNose diminta digunakan pada moda transportasi pesawat terbang berasal dari saat ini masih sebatas stasiun kereta. saat ini sedang dibahas dengan lintas kementerian dan juga serta instansi terkait di dalam hal ini Kemenko PMK dan juga serta Universitas Gajah Mada.

“Saat ini animo masyarakat bagus di dalam penggunaan di sektor kereta api. Bahkan saat ini teman-teman berasal dari sektor udara menginginkan penggunaan GeNose di sektor udara. Makanya kami laporkan kepada pak Menko PMK terkait rencana itu, tentu kami akan melakukan dengan hati-hati,” kata Budi di dalam konferensi pers, Hari Selasa (23/2/2021).

Ia melihat apa yg dilakukan sektor kereta api saat telah menunjukkan hasil yg baik, sehingga layak dicoba pada moda penerbangan lainnya. bagaimanapun masih terdapat penyempurnaan terkait mekanisme dan juga serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yg lebih paten.

Baca Juga :  Beneran Nih, Pensiunan PNS Makin Happy karena Aturan Ini?

Pada kesempatan itu di serta mengimbau Direktorat Jenderal udara dan juga serta para pelaku industri penerbangan untuk menguatkan proses di dalam hal pendataan orang yg terdeteksi penyintas CVD – 19 di Bandara.

“Diketahui di udara suatu sistem dimana laporan yg dinyatakan positif mesti dilakukan secara terpusat, dari karenanya kami minta ke Dirjen udara dan juga serta teman-teman udara, apabila mau pakai ini lakukan dengan baik,” katanya.

Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan GeNose pada moda transportasi lainnya. Seperti yg diungkapkan Menteri Koordinator Pemberdayaan Bidang Pembangunan Manusia dan juga serta Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yg mengatakan yg menyambut positif penggunaan GeNose diperluas.

“Respons masyarakat positif soal GeNose. Tingkat efektivitas bagus dan juga serta teruji dan juga serta terus disempurnakan. Harapan penggunaan GeNose dapat bisa lebih masif di semua tempat, diupayakan tidak cuma perjalanan tapi serta kepentingan yg lain,” katanya.

Baca Juga :  Penutupan Pasar: Rupiah Melemah ke Rp 14.050/US$

Target 44 Stasiun memiliki GeNose

Direktur Utama Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo mengatakan penggunaan GeNose pada awal sosialisasi cuma di Stasiun market Senen dan juga serta Stasiun Tugu Yogyakarta. Namun seiring pengembangannya telah bertambah sampai 6 stasiun di Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang, Tawang, Surabaya dan juga serta market Turi.

“Rencana kami setiap 10 hari akan ditambah 5 fasilitas GeNose di beberapa stasiun sampai berjumlah 44 stasiun targetnya. Tapi ini serta menyesuaikan kapasitas berasal dari UGM,” katanya.

KAI menjadi operator pertama yg menggunakan alat skrining GeNose. saat ini telah memiliki alat GeNose sebanyak 42 alat dimana pada 22 Februari lalu mendeteksi 63 ribu penumpang dengan total penumpang positif sebanyak 617 orang.

Baca Juga :  Sri Mulyani Sebut Dana Otsus Papua Masih Tersisa Banyak

Didiek menjelaskan respon penumpang KAI sangat positif melihat metode penggunaan alat GeNose yg lebih nyaman dibanding rapid antigen atau PCR. Selain itu harga yg murah membuat perjalanan penumpang KAI semakin masuk akal, mengingat tiket kereta api terdapat yg di bawah Rp 100 ribu.

Penemu GeNose Profesor Kuwat Triyana mengatakan jajarannya serta akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas teknologi berasal dari GeNose. Terkait isu negatif atau positif palsu Ia akan terus mengevaluasi dan juga serta memantau penggunaan alat yg terdapat saat ini sehingga dapat lebih akurat.

“kinerja alat produksi telah terdapat yg menangani dan juga serta terus mengawal kinerja alat. Isu negatif palsu kami upayakan sekecil mungkin. Mudah mudahan sampai 0%, tapi itu itu penting waktu yg cukup lama,” katanya.

[Gambas:Video IDNPOS]

(hoi/hoi)


Sumber Referensi & Artikel : C N B C
Saksikan video pilihan berikut ini: