Home Terbaru Miris! Jelang Puasa, Masih Ada Pekerja Belum Dapat THR 2020

Miris! Jelang Puasa, Masih Ada Pekerja Belum Dapat THR 2020

Portal IDNpos February 23, 2021 6:05 pm

Jakarta, IDNPOS Indonesia Kurang berasal dari 50 hari lagi, bulan Ramadhan akan tiba. Namun, ternyata permasalahan berasal dari Ramadhan tahun lalu belum serta usai, yaitu masalah tunjangan hari raya (THR). Kalangan buruh mengaku masih sangat banyak perusahaan yg belum serta membayarkan THR tahun lalu sampai hari ini. Padahal, Pemerintah telah menentukan batasnya sampai akhir Desember lalu.

“Anggota saya sampai sekarang belum dibayarin THR-nya, janjinya Desember tapi sampai sekarang (belum dibayar), padahal perusahaan masih hidup aja,” kata Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Mirah Sumirat kepada IDNPOS Indonesia, Hari Selasa (23/2/21).

Baca Juga :  Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat ke Rp 14.050/US$

Saat itu, Pemerintah memang memberi keringanan kepada pengusaha dengan adanya Surat Edaran Menaker yg mengizinkan penundaan pembayaran THR sampai akhir tahun 2020.

Permenaker itu mengarah pada pengusaha terdampak Corona. Nyatanya, kebijakan itu dimanfaatkan sebagian pengusaha yg tetap mendapat keuntungan untuk tidak menunaikan kewajibannya.

“Udah hitam di atas putih akan dibayarkan Desember 2020 sampai sekarang nggak ada, belum dapat, belum cair. Jangankan setengahnya, satu bulan itu belum dapat,” sebut Mirah.

Baca Juga :  Peringatan Dini, Jakarta Diramal Hujan Angin Kencang Hari Ini

Kewajiban THR mengharuskan pengusaha untuk membayar pegawai sebesar 1x gaji. Adanya kebijakan Menaker kala itu membuat sebagaian Pengusaha menyicilnya, terdapat yg lebih dulu 20% sebanyak 5x atau dengan skema yg lain. Namun, terdapat serta yg tidak membayar sama sekali.

“sangat banyak perusahaan, mulai berasal dari manufaktur pabrik makanan atau jasa. menjadi sangat banyak yg memanfaatkan pandemi Corona ini,” paparnya.

Hal itu makin marak setelah Menteri Ketanagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah merilis Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan di dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Corona). Surat edaran ini sejak awal menjadi sumber polemik baru di tengah dampak pandemi corona.

Baca Juga :  Kabar Baik, Sebanyak 5,8 Juta Guru Dipastikan Dapat Vaksinasi Covid-19

“Kepada Gubernur untuk memastikan perusahaan supaya membayar THR Keagamaan kepada pekerja atau buruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis Ida di dalam Surat Edaran tersebut.

[Gambas:Video IDNPOS]

(hoi/hoi)


Sumber Referensi & Artikel : C N B C
Saksikan video pilihan berikut ini: