Home Terbaru Imbas Sanksi AS,Rusia Ancam Tinggalkan Stasiun Luar Angkasa

Imbas Sanksi AS,Rusia Ancam Tinggalkan Stasiun Luar Angkasa

Portal IDNpos June 11, 2021 6:55 am

Misi antariksa Rusia terhambat sanksi yg diberikan dari Amerika.

IDNPos.CO.ID, MOSKOW — Kepala badan ruang angkasa Rusia (Rocosmos) mengancam akan meninggalkan program Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada tahun 2025, kecuali Amerika Serikat mencabut sanksi terhadap sektor luar angkasa Rusia.

“Jika sanksi tetap dan juga serta tidak dicabut di dalam waktu dekat, masalah penarikan Rusia berasal dari ISS akan menjadi tanggung jawab mitra Amerika,” kata Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin di dalam sidang parlemen Rusia, dilansir di Space, Hari Rabu (9/6).

Rogozin mengatakan bahwa Rusia tidak dapat meluncurkan beberapa satelit karena sanksi AS. AS melarang negaranya mengimpor beberapa microchip yg diperlukan untuk program antariksa Rusia. Di sisi yg lain, terdapat serta faktor kekurangan global microchip yg terkait dengan penghentian produksi di tengah pandemi virus corona.

Baca Juga :  Puluhan RT di Pasuruan Di-lockdown setelah 21 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Ziarah

Rogozin mengatakan, pihaknya memiliki lebih berasal dari cukup roket tetapi tidak terdapat yg dapat digunakan untuk meluncurkannya. “Kami memiliki pesawat ruang angkasa yg hampir dirakit, tetapi mereka tidak memiliki satu set microchip khusus yg tidak dapat kami beli karena sanksi,” tambahnya.

Beragam sanksi

Pada tahun 2014, Rogozin mengatakan bahwa NASA mesti menggunakan trampolin bukan pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia untuk membawa astronot ke ISS. Komentar itu muncul setelah AS dan juga serta negara-negara Barat lainnya menjatuhkan sanksi kepada pejabat Rusia, termasuk Rogozin sendiri, terkait aksi militer Rusia di Krimea. 

Setelah armada pesawat ulang-alik NASA di-grounded pada 2011, Soyuz ialah satu-satunya taksi astronot orbital yg tersedia. Namun, situasi itu berubah tahun lalu, saat SpaceX mulai menerbangkan kru ke dan juga serta berasal dari ISS.

Baca Juga :  Hari Ini Pengumuman Hasil SNMPTN 2021, Begini Cara Mengeceknya

Sanksi baru-baru ini lainnya datang setelah apa yg digambarkan dari pejabat AS sebagaimana serangan siber yg dipimpin Rusia dan juga serta campur tangan pemilu. Klaim ini dibantah Rusia. 

Rogozin melakukan telepon perkenalan dengan Administrator NASA baru Bill Nelson pada hari Hari Jumat (4/6). NASA mengatakan pada bahwa pembicaraan itu sebagaimana diskusi produktif tentang kerja sama lanjutan antara NASA dan juga serta Roscosmos. NASA serta mengatakan berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan ISS.

 

Perjanjian ISS saat ini akan berakhir pada 2024. saat ini sangat banyak mitra sedang menegosiasikan perpanjangan sampai setidaknya 2028. Rusia mengindikasikan bahwa mereka membutuhkan lebih sangat banyak jaminan untuk bergerak maju setelah 2024. 

“Ini tentang sanksi yg diperkenalkan dari pemerintah Amerika terhadap perusahaan-perusahaan industri luar angkasa Rusia, serta tidak adanya info resmi di Roscosmos berasal dari mitra AS berencana untuk lebih mengontrol dan juga serta mengoperasikan ISS,” kata Roscosmos.

Baca Juga :  WNA China datang ke Indonesia di tengah larangan mudik, 'Semua hal terkait Tiongkok selalu menjadi isu politik'

bagus NASA dan juga serta Roscosmos mengatakan mereka berencana untuk melanjutkan diskusi, termasuk tatap muka. Nelson diperkirakan akan segera datang ke Rusia, dan juga serta negosiasi akan berlangsung dengan Eropa sampai akhir Juni 2021. 

Salah satu kesempatan untuk berdiskusi ialah Konferensi Eksplorasi Luar Angkasa Global, yg akan diadakan di St. Petersburg berasal dari 14 Juni sampai 18 Juni. Pertemuan itu diselenggarakan dengan dari Roscosmos dan juga serta Federasi Astronautika Internasional.

Amerika dan juga serta Rusia telah menjadi mitra utama di dalam program ISS sejak jatuhnya Uni Soviet pada 1990-an.

Sumber Referensi & Artikel : R E P U B L I K A
Saksikan video pilihan berikut ini: