Home Terbaru Biar Gak Keliru, Ini Rincian Program Kartu Prakerja di 2021

Biar Gak Keliru, Ini Rincian Program Kartu Prakerja di 2021

Portal IDNpos February 23, 2021 6:05 pm

Jakarta, IDNPOS Indonesia– Program Karta Prakerja sukses menjadi pengembangan kompetensi kerja sekaligus sebagaimana program perlindungan sosial di masa pandemi Corona. Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan Program Kartu Prakerja di 2021, dengan total anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk Semester I- 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Pimpinan Komite Cipta Kerja secara resmi membuka Gelombang 12 yg menandai dimulainya Program Kartu Prakerja 2021.

“Program Kartu Prakerja merupakan bagian berasal dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor perlindungan sosial. kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini, mengambil berbagai pelatihan keterampilan kerja dan juga serta kewirausahaan yg dapat menjadi bekal hidup selama dan juga serta paska pandemi,” kata Airlangga, Hari Selasa (23/02/2021).

Baca Juga :  Korupsi ASABRI, Kejagung Sita Aset Tanah Benny Tjokrosaputro

Adapun skema Program Kartu Prakerja pada Semester I- 2021 yaitu bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000, dana insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 2.400.000 yg akan diberikan sebesar Rp 600.000 selama 4 bulan.

Kemudian dana insentif pengisian 3 survei evaluasi sebesar Rp 150.000 yg dibayarkan sebesar Rp 50.000 setiap survei.

Adapun total kuota semester I sebanyak 2,7 juta orang, dan juga serta setiap KK dibatasi maksimal 2 anggota keluarga yg dapat menjadi penerima Kartu Prakerja. Sedangkan kuota peserta pada Gelombang 12 sebanyak 600 ribu orang.

Airlangga menyebutkan saat ini terdapat lebih berasal dari 1.700 pelatihan berasal dari 154 Lembaga Pelatihan yg dapat diakses melalui 7 platform digital.Dia menambahkan program Kartu Prakerja menjadi pelopor reformasi layanan publik yg menggunakan teknologi digital end-to-end.

“Penggunaan teknologi digital memungkinkan program ini diakses dari masyarakat di 514 kabupaten dan juga serta kota di dalam waktu cepat. Selain itu, seluruh proses transfer dana dan juga serta transaksi pembelian pelatihan menjadi lebih transparan dan juga serta akuntabel,” jelas Airlangga.

Baca Juga :  Usulan Vaksin Mandiri Direstui Pemerintah, Karyawan Tak Boleh Bayar

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yg dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS Program) Kartu Prakerja 88,9% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa keterampilan mereka meningkat. Selain itu 81,2% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa dana insentif pasca pelatihan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yg sesuai dengan penugasan sebagaimana program perlindungan sosial selama masa pandemi.

di dalam hal pengembangan kompetensi, Survei Evaluasi yg dilakukan dari Manajemen Pelaksana mencatat bahwa 94% penerima Kartu Prakerja mengalami pengembangan kompetensi melalui skilling, upskilling, dan juga serta reskilling.

“Lebih berasal dari sepertiga penerima Kartu Prakerja yg semula tidak bekerja berubah menjadi bekerja, bagus sebagaimana karyawan maupun pelaku wirausaha,” kata Airlangga.

Baca Juga :  Kabar Baik! Keterisian RS Covid-19 Mulai Turun

Selain itu, pendaftaran Program Kartu Prakerja terbuka bagi semua WNI berusia 18 tahun ke atas, bagus pencari kerja, lulusan baru, korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karyawan maupun pelaku wirausaha, asalkan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Untuk mendorong pemerataan penerima bantuan, maka penerima bansos Kementerian Sosial (Data Terpadu Kesejahteran Sosial, Bantuan Subsidi Upah, maupun Banpres Produktif Usaha Mikro), penerima Kartu Prakerja tahun 2020, dan juga serta anggota TNI/Polri, ASN, Komisaris/Direksi BUMN/BUMD, Anggota DPR/DPRD, serta pihak yg lain yg diatur di dalam Permenko 11/2020, tidak dapat menerima manfaat Program Kartu Prakerja.

[Gambas:Video IDNPOS]

(dob/dob)


Sumber Referensi & Artikel : C N B C
Saksikan video pilihan berikut ini: